METODE PELAKSANAAN DINDING DIAFRAGMA

Dinding diafragma adalah sekat yang masuk ke dalam tanah, yang dibuat untuk mencegah kelongsoran selama pelaksanaan penggalian.
Bagaimana metode pelaksanaan dinding diafragma?

Metode pelaksanaan dinding diafragma :


A. Persiapan
Persiapan diperlukan agar pada pelaksanaan utama dinding diafragma dapat berjalan dengan baik dan lancar, sehingga waktu penyelesaian pekerjaan dapat sesuai jadwal dengan kualitas yang baik. Beberapa hal berikut adalah yang menyangkut kegiatan persiapan.

1. Melakukan marking area yang akan dikerjakan dinding diafragma.
2. Jika pada proses marking sudah benar dan mendapat persetujuan pihak yang terkait pada proyek tersebut, maka dilanjutkan dengan membuat guide line, yaitu menggali area marking dengan kedalaman sekitar 100cm dan memberikan perkuatan dengan beton mutu rendah (K125) dengan tebal 20-30cm. Guide line ini diperlukan agar alat penggali (yaitu mesin Grab) dapat mudah mengikuti alur galian yang ditentukan.
3. Menentukan tempat pembuatan tulangan besi (reinforcement) jika dinding diafragma dilakukan metode cor in situ, atau menentukan tempat perletakan untuk pemakaian precast sistem
4. Menentukan tempat pencampuran antara air dan bentonite. Campuran ini akan dialirkan pada galian dinding diafragma untuk menghindari terjadinya keruntuhan galian.
5. Karena pekerjaan dinding diafragma ini biasanya diikuti dengan pondasi yang memakai bor pile maka harus ditentukan juga urutan kerja antara pekerjaan dinding diafragma dan bor pile agar selalu silmultan.
6. Peralatan terkait harus sudah tersedia di lapangan. Alat tersebut seperti :
- Mobil crane minimal 2 buah (satu untuk penggalian dinding diafragma dan satu untuk bor pile)
- Mesin grab
- Mesin bor
- Casing bor pile
- Pompa air untuk sirkulasi campuran bentonite
- Ultra sonic sonding dan peralatan lain yang terkait pekerjaan tulangan besi (reinforcement).


B. Pelaksanaan
1. Seperti halnya pekerjaan dinding penahan pada umumnya maka step pertama adalah melakukan penggalian. Penggalian dengan menggunakan mesin grab. Lebar galian adalah setebal dinding diafragma antara 30-50 cm sedangkan panjang galian sekitar 5 meter. Kedalaman galian disesuaikan dengan kebutuhan kedalaman basement. Contohnya untuk 2 basement maka minimal kedalamannya adalah 10 meter. Bersamaan dengan melakukan penggalian ini harus juga dialirkan campuran air + bentonite secara continue, agar tidak terjadi keruntuhan. Sebelum rangkaian tulangan besi (reinforcement) dimasukkan (untuk cor insitu) atau panel precast masuk, harus dicek dulu dengan ultrasonic sonding untuk diketahui adanya keruntuhan atau tidak. Sistem penggalian dilakukan secara selang seling (misalnya galian diberi nomor). Hal ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya keruntuhan pada dinding galian.

2. Pekerjaan rangkaian pembesian (reinforcement) harus disiapkan secara simultan dengan penggalian, sehingga saat galian sudah siap maka rangkaian pembesian juga sudah siap (karena galian hanya boleh dibiarkan 2x24 jam). Model rangkaian tulangan adalah double reinforced (tulangan rangkap) yang berfungsi menahan gaya geser dan momen lentur pada dinding diafragma. Rangkaian pembesian ini pada sisi-sisi tebalnya diberi end plate yang berfungsi untuk penyambung antar dinding diafragma.

3. Setelah pengecekan dengan ultrasonic dilakukan dan menunjukkan tidak ada keruntuhan pada dinding galian maka melangkah pada tahap berikutnya, yaitu :
- Untuk cor insitu
Memasukkan rangkaian tulangan besi (reinforcement). Rangkaian tulangan besi (reinforcement) pada sisi yang nantinya menjadi dinding dalam basement dipasang juga terpal supaya tampilan dinding diafragmanya bisa bagus/rata.
Melakukan pengecoran dengan concrete pump sampai selesai.

- Untuk pemakaian dengan sistem precast maka setelah galian siap, langsung memasukkan panel precast dinding diafragmanya.

1 Response to "METODE PELAKSANAAN DINDING DIAFRAGMA"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel